Selasa, 30 Oktober 2012

Khutbah Ied Adha 2011 - Takbir Pengucapan, Perenungan dan Pengamalan


Takbir
Pengucapan, Perenungan dan Pengamalan
Khutbah Ied Adha disampaikan di Masjid Jama'ah
Perumahan Griya Asri I – Blok C, Tambun - Bekasi







Oleh: Fatihunnada Anis Basyir Zaenal Muhtarom
Perum Papan Mas, Blok C 7, No: 03, Tambun Selatan - Bekasi





Ahad, 06 – November  – 2011 M
   10 – Dzulhijjah – 1432 H




 KHUTBAH PERTAMA

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،...
الله أكبر ما تحركت قلوب الحجاج إلى بيت الله الحرام، الله أكبر ما كبروا ولبّوا ولبسوا ثياب الإحرام، الله أكبر ما طافوا بالكعبة واستعملوا الحجر الأسود ففازوا بالطواف والاستلام، الله أكبر ما سعوا بين الصفا والمروة وشربوا ماء زمزم وصلوا خلف المقام، الله أكبر ما وقفوا بعرفة وباتوا بمزدلفة وذكروا الله عند المشاعر العظام.
الحمد لله حمد كثيرا كما أمر. نحمده سبحانه وتعالي الذي جعل الخليل إبراهيم إماما لنا ولسائر البشر. أشهد أن لا إله الا الله  وحده لا شريك له الملك الجبار، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوث للناس لينقذهم من كيد الشيطان وينجيهم من عذاب النار. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد المختار و على آله الأطهار وأصحابه الأخيار.
أما بعد. فيا عباد الله اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا و أنتم مسلمون. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله الحمد،... عباد الله:
Alangkah bahagianya, kita dapat bertemu kembali dengan hari-hari yang sangat dicintai oleh Allah SWT ini. Hari-hari yang biasa kita sebut pula dengan hari "Takbir", karena selama lima hari berturut-turut umat Islam mengumandangkan Takbir kepada Allah SWT atas segala petunjuk yang telah Allah SWT berikan sebagai rasa syukur. Allah SWT menganjurkan hambanya untuk melafalkan Takbir di berbagai waktu, khususnya setelah setiap melaksanakan solat lima waktu, yang dimulai sejak Subuh hari 'Arafah hingga waktu 'Ashar hari ke-empat 'Ied Adha.
Lafazh Takbir yang paling pokok adalah kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ", serta berbagai Kalimat-kalimat Thoyibah lainnya. Akan tetapi, arti serta pengaruh kalimat-kalimat ini terasa hilang dari dalam jiwa umat Islam, meskipun sering diucapkan. Hal ini dikarenakan minimnya perenungan serta penghayatan terhadap arti dari kalimat-kalimat tersebut, bahkan tidak adanya pemahaman yang cukup terhadap kandungan Kalimat-kalimat Thoyibah tersebut mengakibatkan kehampaan dari gema Takbir.
Sebagai contoh ringan, kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ". kalimat inilah yang telah Allah SWT rumuskan terhadap Nabinya Muhammad SAW ketika memerintahkannya untuk memberi peringatan kepada manusia, sebagai mana firman Allah SWT dalam surat al-Mudatsir, ayat 1 – 3:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (١) قُمْ فَأَنْذِرْ (٢) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (٣)

Artinya: 1. Hai orang yang berkemul (berselimut), 2. bangunlah, lalu berilah peringatan! 3. dan Tuhanmu agungkanlah!

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله الحمد،... عباد الله رحمكم الله:
Sebagai kaum muslimin, kita selalu mengulang-ulang kalimat ini tak kurang dari seratus tujuh puluh kali setiap hari dalam solat wajib. Dan seandainya kita teliti dan mencari-cari pengaruh kalimat tersebut dalam jiwa serta prilaku umat Islam, pasti kita dapatkan sedikit sekali bahkan tidak ada sama sekali. Padahal Allah SWT mensyariatkan diucapkannya kalimat tersebut secara berulang-ulang dalam azan, solat dan lainnya; agar dalam setiap waktunya, umat Islam selalu tergugah hati mereka serta menyadari benar-benar bahwa mereka adalah hamba Allah SWT; dan juga agar orang yang lalai menjadi ingat kembali akan Tuhyannya; agar orang yang tersesat mendapat petunjuk; agar orang yang berbuat jahat terhalang untuk mengulanginya; dan agar orang yang berbuat baik semakin bertambah kebaikannya.
kalimat " اللهُ أَكْبَرُ " merupakan penggilan dari langit kemudian selalu diulang-ulang kembali pengucapannya oleh penduduk bumi sebagai pengingat akan keagungan Allah SWT, kebesaranNya, kerajaanNya dan kekuasaanNya. Maka dengan kalimat tersebut, akan tergugahlah orang-orang yang takut kepada Allah SWT dengan selalu berdzikir akanNya. Maka ia-pun akan pandai-pandai mengaplikasikan kalimat tersebut dengan benar.
Seandainya ia memiliki kecukupan harta dan tahta, dengan mengumandangkan kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ", maka ia menyadari betul bahwa Allah SWT adalah Zat yang Maha Kaya dan Ialah yang dapat menjadikan seseorang kaya, ia menyadari pula bahwa Allah SWT adalah sumber segala nikmat, Dialah Zat yang memberi serta mencegah nikmat. Maka tidaklah ia akan terlena dengan kekayaannya. Akan tetapi, ia selalu mernungi firman Allah SWT dalam surat al-Kahfi, ayat 46:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً  
Artinya: harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Dan seandainya ia seorang yang tidak memiliki kecukupan harta, dengan mengumandangkan kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ", maka kemiskinannya tidak serta membuatnya rendah dan hina. Dan juga tidak akan menjadikannya goyah dari imannya kepada Allah SWT. Akan tetapi, ia akan selalu mengingat Allah SWT yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Dan ia meyakini bahwa Allah SWT bisa menjadikan mulia seorang yang faqir, sebagaimana janji Allah SWT dalam firmanNya, surat al-Taubah, ayat 28:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis[634], Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam[635] sesudah tahun ini[636]. dan jika kamu khawatir menjadi miskin[637], Maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Seandainya ia dalam keadaan sehat, dengan mengumandangkan kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ", maka tidaklah ia akan merasa sombong dengan kekuatannya karena ia menyadari bahwa Allah SWT yang memberi kesehatan, maka Allah SWT juga bisa mencabutnya dan menggantikannya dengan sakit. Serta ia menyadari bahwa kekuatan fisik tidaklah berarti apa-apa tanpa adanya kekuatan akal dan ketenangan hati. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW, yang diriwayatkan Imam al-Bukhori dalam Shohih al-Bukhori 8/28 (6114) dan Imam Muslim dalam Shohih Muslim 4/2014 (2609):

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ. (متفق عليه).
Artinya: dari Abu Hurairah RS, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "bukanlah orang kuat yang selalu mengalahkan lainnya dengan kekerasan, akan tetapi orang yang mampu menahan amarahnya".

Dan seandainya ia dalam keadaan sakit, dengan mengumandangkan kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ", maka kalimat tersebut akan mengingatkannya bahwa Allah SWT adalah tempat berharap dan tempat mengadu, sebagaimana penegasan Allah SWT dalam firmannya, surat al-Syura, ayat 80:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Artinya: dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله الحمد،... عباد الله رحمكم الله:
Marilah kita tengok sejenak suatu kisah dari sejatinya tokoh-tokoh Islam yang benar-benar mengaplikasikan kalimat Takbir dalam kehidupan sehari-hari, dan kemudian kita dapat mencontoh dan mengambil teladan dari derap dan langkah serta sikap mereka.
Inilah, Nabi Ibrahim AS, sebagai panutan ayah-ayah masa kini. Ia amat mencintai anak dan istrinya, tetapi cintanya kepada Allah SWT berada di atas segala-galanya. Karena itu, ia rela mengorbankan apa saja, bahkan mengorbankan putranya sendiri sekalipun, halitu semua hanya lantaran untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Siti Hajar sebagai seorang istri dan ibu yang amat kuat imannya dan setia kepada suami serta cinta kasih sayang kepada putranya. Tiadalah duka baginya ketika suaminya Nabi Ibrahim AS meninggalkannya seorang diri di gurun Sahara dan merelakannya pergi untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Ibu yang demikian, sudah sepantasnya diteladani oleh para ibu masa kini. Karena ibu merupakan tongkak penentu keberhasilan suatu bangsa, peranannya sangat penting dalam membentuk watak yang baik, dan ibu jula yang menentukan watak suatu bangsa di kemudian hari, sebagaimana telah ditegaskan dalam salah satu kata mutiara Arab:

الأُمُّ أُسْتِاذُ الْأَسَاتِذَةِ الْأُوْلىَ  -     شَغَلَتْ مَآثِرُهُمْ مَدَى الْآفَاقِ

Artinya: Ibu adalah guru pertama dari semua guru
Pengaruhnya memenuhi setiap penjuru

Tak lupa kita perhatikan sejenak, tokoh Nabi Isma'il AS. Ialah seorang anak yang harus ditiru oleh para remaja kita dewasa ini. Untuk mewujudkan taqwanya kepada Allah SWT dan baktinya kepada orang tua, ia rela mengorbankan nyawanya terpisah dengan raganya. Seandainya pemuda-pemudi suatu bangsa bisa benar-benar mengikuti tata cara hidup Nabi Isma'il AS, niscaya bangsa itu akan mendapatkan kemakmuran yang melimpah dan tak akan padam api kejayaan bangsa tersebut. Sebagaimana dinyatakan oleh Syauqi Bek, seorang pemikir arab:
إِنَّ فِي يَدِّ الشَّبّابِ أَمْرَ الأُمَّةِ، وَفِيْ أَقْدَامِهِمْ حَيَاتَهَا
Sesungguhnya di tangan para pemuda-lah kemakmuran dan kehidupan suaatu bangsa.

Hanya dengan memahami lebih dalam kandungan kalimat " اللهُ أَكْبَرُ " inilah dan mengaplikasikannya dalam bentuk nyata, maka pengorbanan yang besar ini bisa terjadi, sebagaimana yang telah diaplikasikan oleh ketiga tokoh besar dalam sejarah Islam ini, dan selanjutnya kebahagiaan-pun akan dapat diraih. Karena Allah SWT telah menegaskan dalam firmannya, surat Ali 'Imron, ayat 92:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Artinya: kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله الحمد،... عباد الله رحمكم الله:
Akhirnya, dalam khutbah kali ini, kami mengajak diri kami sendiri dan kaum Muslimin hadirin jama'ah Solat 'Ied Adha untuk senantiasa mengucap kalimat " اللهُ أَكْبَرُ " dengan penuh pemahaman yang mendalam, perenungan khusyu' serta pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita bisa sama-sama memetik buah yang telah Allah SWT sediakan. Manakala godaan syaitan datang kepada kita untuk mengikuti hawa nafsu, maka hendaklah kita ucap kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ". Manakala datang kebaikan serta nikmat yang teramat indah, maka hendaklah kita ucap kalimat " اللهُ أَكْبَرُ ". Supaya kita bisa sama-sama meneladani Nabi Ibrahim AS sebagai ayah, siti Hajar sebagai istri dan Nabi Isma'il AS sebagai anak. Dan dengan demikian kita bisa menjadikan masyarakat kita penuh barokah serta rahmat dari Allah SWT.
Mudah-mudahan dengan mengucapkan, merenungkan serta mengamalkan kalimat " اللهُ أَكْبَرُ " kita dapat memperteguh Iman dan Islam di dalam hati dan memberikan pengorbanan yang luar biasa untuk agama Allah SWT. Amin ya Robb.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْراَهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka .

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Tidak ada komentar:

Posting Komentar