Masjid
Manifestasi dan Wadah Persatuan Umat
Islam
Khutbah Ied Adha disampaikan di Masjid
al-Baitul al-Makmur
Perumahan Taman Wanasari Indah ( TWI ),
Cibitung - Bekasi
Oleh: Fatihunnada Anis Basyir Zaenal
Muhtarom
Perum Papan Mas, Blok C 7, No: 03,
Tambun Selatan - Bekasi
Jum'at,
26 – Okteber – 2012 M
10 – Dzulhijjah – 1433 H
KHUTBAH PERTAMA
الله
أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، الله أكبر،
الله أكبر،...
الله
أكبر ما تحركت قلوب الحجاج إلى بيت الله الحرام، الله أكبر ما كبروا ولبّوا ولبثوا
ثياب الإحرام، الله أكبر ما طافوا بالكعبة واستعملوا الحجر الأسود ففازوا بالطواف
والاستلام، الله أكبر ما سعوا بين الصفا والمروة وشربوا ماء زمزم وصلوا خلف
المقام.
إِنَّ
الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ،
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْراَهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ، اللَّهُمَّ ٌ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ في
العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ.
أَمَّا بَعْدُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .
أَمَّا بَعْدُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا .يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا .
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله
الحمد،... عباد الله:
Tiada ungkapan yang
paling indah pada pagi hari ini melebihi kesyukuran kepada Allah SWTٍ dengan melantunkan takbir, tahmid dan tahlil. Semangat persatuan
dan persaudaraan umat Islam yang tercermin dalam kurban dapat merasuk ke dalam
jiwa kaum mukminin, membangkitkan keimanan untuk senantiasa beramal saleh dan
berbuat untuk agama Allah I. Semuanya dilakukan
atas dasar bakti dan syukur kepada Allah I, sehingga berbuah kebahagiaan yang bermuara pada ungkapan Allahu Akbar,
Laa Ilaha Illallahu, Walillahi al-Hamdu.
Kalimat Takbir dikumandangkan
sebgai rasa syukur atas segala petunjuk yang telah Allah SWT berikan. Kalimat
ini dianjurkan untuk disyiarkan siang dan malam, khususnya setelah setiap
melaksanakan solat lima waktu yang dimulai sejak Subuh hari 'Arafah hingga
waktu 'Ashar hari ke-empat 'Ied al-Adha atau hari ke-tiga dari hari-hari
Tasyriq.
Maka Allah SWT
mencintai Masjid yang didalamnya dikumandangkan Takbir yang merupakan panggilan
dari langit, kemudian selalu diulang-ulang oleh penduduk bumi sebagai pengingat
akan keagungan, kebesaran, kerajaan dan kekuasaan Allah SWT. Kemudian
tergugahlah orang-orang yang takuk kepada Allah SWT dengan selalu berdzikir
akanNya dan memakmurkan masjid Allah SWT.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله
الحمد،... عباد الله:
Masjid merupakan salah
satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah
SAW. Karena itu, pada permulaan Hijrah ke kota Madinah, Beliau membangun masjid
yang kemudian diberi nama masjid Nabawi.
Masjid Nabawi
didirikan sebagai pusat kegiatan umat Islam, tidak hanya diperuntukan ibadah
solat, akan tetapi untuk pengajaran agama Islam, bahkan untuk memusyawarahkan
perihal perang yang akan dihadapi.
Oleh karenanya, mereka
berlomba-lomba untuk mencurahkan segala kemampuan, baik materi maupun
non-materi untuk kelancaran pembangunan masjid Nabawi. Sebagaimana Allah SWT
mengabadikan keteladanan mereka dalam Surat Al-Baqoroh, Ayat 207:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ
مَرْضَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
Artinya: dan di antara manusia ada orang yang menjual / mengorbankan
dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada
hamba-hamba-Nya.
Ayat ini seharusnya dapat memberikan inspirasi untuk umat
Islam, karena di dalamnya terdapat kisah-kisah teladan. Diantaranya:
Menurut Qotadah (seorang Tabi'in Mulia), ayat ini diturunkan
untuk menggambarkan pengorbanan kaum Muhajirin dan Anshor dalam memperjuangkan
agama Allah SWT.
Namun dalam tafsir al-Baghowi 1/481-482 disebutkan bahwa menurut
al-Robi': ayat ini menerangkan kisah seorang penduduk Makkah yang masuk Islam
dan ingin berhijrah menjumpai Rasulullah SAW di Madinah, tetapi penduduk Makkah
mencegahnya. Kemudian ia berkata kepada mereka: saya akan memberikan rumah,
harta dan seluruh kepemilikan saya! Biarkanlah saya pergi dan menemui pria
mulia itu (Nabi Muhammad SAW). Dan akhirnya mereka mengizinkannya pergi ke kota
Madinah dengan meninggalkan seluruh hartanya.
Dalam riwayat Abu al-Kholil: seorang muslim yang selalu
menganjurkan kebaikan serta mencegah keburukan sampai pada akhirnya, ia
meninggal dalam tugasnya. Kemudian Umar mengatakan kalimat "Istirja"
(إنا
لله وإنا إليه راجعون)
dan berkata: ia termasuk dalam orang yang mengorbankan dirinya.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله
الحمد،... عباد الله:
Dari telaah kisah ayat tersebut, kita dapat menelaah
betapa mulia orang yang mampu berkorban untuk Allah SWT. Mereka itulah
orang-orang yang akan mendapatkan balasan yang teramat agung dari Allah SWT.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat al-Taubah, Ayat 111:
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
Artinya: Sesungguhnya Allah telah membeli dari
orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Orang-orang yang mau
menjual diri, harta, tenaga dan pikiran mereka untuk kepentingan Allah SWT akan
dijanjikan balasan terbaik. Dan ini merupakan janji Allah SWT yang pasti
terlaksana.
Maka dengan momen yang
tepat ini, kita sedang berhadapan dengan kepentinan Allah SWT yang terkadang
berbenturan dengan kepentingan pribadi, keluarga dan kesenangan nafsu duniawi.
Manakah yang akan menjadi pilihan langkah kita?
Sebagai muslim yang
cerdas, maka pilihan yang tepat adalah dengan mengedepankan kepentingan Allah
SWT dengan mengaca pada firman Allah SWT dalam Surat al-Kahfi, Ayat 46:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا
وَخَيْرٌ أَمَلاً
Artinya: harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia
tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi
Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Tentunya dengan
kasadaran bahwa Allah SWT adalah dzat yang maha kaya yang membuatnya kaya, juga
dengan menyadari bahwa Allah SWT adalah sumber segala nikmat, Dzat yang memberi
dan mencegah. Maka tidaklah ia akan terlena dengan kekayaannya dengan
mendahulukan kepentingan pribadi.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله
الحمد،... عباد الله رحمكم الله:
Jika melihat kembali
sejarah, Rasulullah SAW mendirikan masjid sebagai salah satu langkah untuk
menjalin persaudaraan dan persatuan antar kaum Muhajirin dan Anshor, selain
dengan mempersaudarakan antar mereka. Bukan untuk meruntuhkan persatuan umat
Islam. Sebagaiman firman Allah SWT dalam Surat al-Taubah, Ayat 107:
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا
ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ
اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَى
وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Artinya: dan (di antara orang-orang munafik itu) ada
orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan, untuk
kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu
kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu.
mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain
kebaikan." dan Allah menjadi saksi bahwa Sesungguhnya mereka itu adalah
pendusta (dalam sumpahnya).
Sedangakan fenomena
yang terjadi belakangan ini, dimana masjid sudah dijadikan ajang untuk perseteruan
antar sesama umat Islam, sudah keluar batas dari disyari'atkannya pembangunan
masjid. Maka diperlukan tindakan untuk mengembalikan fungsi utama masjid di
tengah-tengah masyarakat Islam dalam rangka tersebarnya syi'ar agama Allah SWT
di muka bumi, dengan merekonstruksi keberadaan masjid sesuai dengan firman
Allah SWT dalam Surat al-Taubah, Ayat 108:
لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ
أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ
يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
Artinya: janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu
selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari
pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. di dalamnya mesjid itu ada
orang-orang yang ingin membersihkan diri. dan Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bersih.
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله الحمد،...
عباد الله رحمكم الله:
Masjid yang merupakan
rumah Allah SWT merupakan bangunan bersejarah bagi umat Islam. Mengenang tokoh
Nabi Ibrahim AS, maka teringat pula bagaimana Beliau mampu meninggalkan
keluarga tercinta (buah hati terindah) di tengah-tengah gurun gersang, dalam
rangka menunaikan perintah Allah SWT. Dan yang menjadikan Beliau kuat untuk
melaksanakan hal tersebut, adalah rumah Allah SWT yang berdampingan dengan
posisi keluarga yang Ia tinggalkan. Karena hanya tempat seperti inilah yang
mampu menjaga keluarganya dari segala keburukan. Maka Allah mengabadikan kisah
ini dalam Surat Ibrahim, Ayat 37:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ
ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا
الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ
الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Artinya: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah
menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman
di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan Kami (yang demikian
itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia
cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan,
Mudah-mudahan mereka bersyukur.
Nabi Ibrahim menegaskan bahwa Baitullah adalah tempat
untuk bersatunya umat Islam dalam melaksanakan ibadah solat. Inilah yang
kemudian diadopsi oleh Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya yang
diriwayatkan oleh Imam al-Bukhori dalam Shohih al-Bukhori 1/131 (647):
عن أَبَي هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي الجَمَاعَةِ
تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ، وَفِي سُوقِهِ، خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا ... إلخ
Artinya: dari Abu Hurairah,
berkata: Rasulullah SAW bersabda: solatnya seorang laki-laki dengan berjamaah
lebih utama dari solatnya di rumah atau pasar, dengan perbandingan 25 kali
lipat...
Maka dengan memakmurkan masjid, akan membuahkan beberapa
hal. Diantaranya:
1 – Membuktikan kebenaran Iman.
عَنْ
أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ المَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالإِيمَانِ»
، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: {إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ
اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ} [التوبة:
18]
Artinya: dari Abu Said, berkata: Rasulullah SAW bersabda: Apabila kamu sekalian
melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar
beriman. Karena Allah SWT berfirman: "hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan
shalat, menunaikan zakat (Al-Taubah: 18). (HR. Imam
al-Tirmidzi dalam Sunan al-Tirmidzi 5/12 (2617).
2 – Mendapatkan perlindungan pada hari kiamat.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ،
يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ
رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، ... إلخ
Artinya: dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW bersabda: Ada tujuh golongan orang yang akan
dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah:
Pemimpin yang adil, pemuda yang hidup dalam rangka ibadah kepada Allah, seseorang
yang hatinya selalu terpaut dengan masjid… (HR. Imam al-Bukhori dalam Shohih
al-Bukhori 1/133 (660).
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،... الله أكبر، ولله
الحمد،... عباد الله رحمكم الله:
Dengan demikian, semakin jelas bahwa masjid adalah
lingkungan yang paling baik untuk membentuk pribadi yang luhur, menjaga diri,
membersihkan jiwa serta meraih fitrah yang suci kembali.
Mudah-mudahan dengan memakmurkan masjid baik dengan
menyalurkan harta untuk pembangunan dan oprasional masjid, mensyiarkan ibadah,
menimba ilmu serta menjadikannya sebagai pusat kegiatan umat Islam, hati kita
dan fitrah suci yang hari ini kita raih bisa terus terjaga sampai akhir hayat
kita. Amin ya Robb.
اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ
آلِ إِبْراَهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ
حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعْوَات
Ya Allah, ampunilah dosa kaum
muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang
telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan
Mengabulkan doa.
اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا
دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى
فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ
وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami
untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami
untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang
menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi
kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi
kami dari segala kejahatan.
رَبَّنَا
اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّار
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di
akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka .
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ
عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ
اْلعَالَمِيْنَ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar